Rabu, 15 Januari 2014

METODE PENELITIAN


MACAM PENDEKATAN PENELITIAN

 

 Penelitian merupakan salah satu cara dalam memecahkan masalah yang ada di sekitar lingkungan kita. Dan penelitian ini dilakukan oleh seseorang dikarenakan atas ketidak tahuan, dorongan untuk mengetahui sesuatu dan adanya masalah – masalah yang perlu diselesaikan cara pemecahannya, serta sikap ketidak puasan atas apa yang diperolehnya. Semua masalah yang ada, ternyata dapat diselesaikan pemecahannya melalui penelitian, baik penelitian yang sederhana atau yang lebih komplek yang mencakup banyak aspek yang lebih luas, dengan cara yang sudah teruji maupun belum teruji. Dalam makalah ini, kami hanya menyajikan pendekatan dan jenis penelitian saja.

A.    Pendekatan dalam Penelitian
Secara umum penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu.[1]
Emzir (2007:28) mengemukakan ada tiga jenis pendekatan dalam penelitian sebagai berikut:
1. Pendekatan Kuantitatif
Suatu pendekatan penelitian yang secara primer menggunakan paradigma postpositivist (seperti pemikiran tentang sebab akibat, reduksi kepada variabel, hipotesis dan pertanyaan spesifik, menggunakan pengukuran dan observasi, serta pengujian teori) dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menggunakan strategi seperti eksperimen dan survei yang memerlukan data statistika.
Dalam pendekatan ini ada beberapa bentuk penelitian yakni pertama, penelitian Korelasional / survei adalah suatu pendekatan umum untuk penelitian yang berfokus pada penaksiran pada kovariasi di antara variabel yang muncul secara alami. Tujuannya adalah untuk mengindentifikasi hubungan prediktif dengan menggunakan teknik korelasi atau teknik statistika yang lebih canggih (Zechmester dalam Emzir,2007:37). Kedua penelitian Eksperimental (eksperimen) adalah situasi penelitian yang sekurang-kurangnya satu variabel bebas yang disebut sebagai variabel eksperimental, sengaja dimanipulasi oleh peneliti Wiersma dalam Emzir (2007:63)
Ketiga, Kausal komparatif (ex post facto) merupakan penyelidikan empiris yang sistematis di mana ilmuwan tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena eksistensi dari variabel tersebut telah terjadi (Kerlinger dalam Emzir,2007:119).
2. Pendekatan Kualitatif
Pendekatan yang secara primer menggunakan paradigm pengetahuan berdasarkan pandangan konstruktivist (pengalaman individu atau pandangan advokasi. Ada tiga strategi yang digunakan dalam pendekatan ini yakni: pertama, penelitian entografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologis melalui observasi lapangan tertutup dari fenomena sosiokultural (Emzir,2007:143). Kedua, penelitian grounded theory (teori dasar) adalah teori umum dari metode ilmiah yang berurusan dengan generalisasi, elaborasi, dan validasi dari teori ilmu sosial (Glaser dan Strauss dalam Emzir.2007:193).
Ketiga, penelitian tindakan (action research) adalah suatu penelitian informal, kualitatif, formatif, subjektif, interpretif, reflektif dan suatu model penelitian pengalaman, di mana semua individu diibaratkan dalam studi sebagai peserta yang mengetahui dan menyokong (Hopkin dalam Emzir,2007:233).
3. Pendekatan mixed methods (metode gabungan)
Pendekatan didasarkan pada paradigma pengetahuan pragmatik (seperti orientasi konsekuensi, orientasi masalah dan pluralistik). Pendekatan ini menggunakan penelitian yang melibatkan pengumpulan data baik secara simultan maupun sequensial untuk memahami penelitian sebaik-baiknya.
Dengan melihat adanya beberapa pendekatan dalam penelitian, ternyata antara Pendekatan Kuantitatif dan Pendekatan Kualitatif mempunyai perbedaan yang fundamental, meskipun kedua pendekatan ini saling melengkapi satu sama lain. Dan perbedaan ini sangat mencolok pada asumsi – asumsi, pendekatan penelitian dan peran peneliti dalam penelitian.[2]

B.     Jenis – Jenis Penilitian
Penelitian dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis penelitian, misalnya:
1.      Penelitian Kualitatif (termasuk penelitian historis dan deskriptif)adalah penelitian yang tidak menggunakan model-model matematik, statistik atau komputer. Proses penelitian dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian. Asumsi dan aturan berpikir tersebut selanjutnya diterapkan secara sistematis dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan penjelasan dan argumentasi. Dalam penelitian kualitatif informasi yang dikumpulkan dan diolah harus tetap obyektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat peneliti sendiri. Penelitian kualitatif banyak diterapkan dalam penelitian historis atau deskriptif.
2.      Penelitian Historis menerapkan metode pemecahan yang ilmiah dengan pendekatan historis. Proses penelitiannya meliputi pengumpulan dan penafsiran fenomena yang terjadi di masa lampau untuk menemukan generalisasi yang berguna untuk memahami, meramalkan atau mengendalikan fenomena atau kelompok fenomena. Penelitian jenis ini kadang-kadang disebut juga penelitian dokumenter karena acuan yang dipakai dalam penelitian ini pada umumnya berupa dokumen. Penelitian historis dapat bersifat komparatif, yakni menunjukkan hubungan dari beberapa fenomena yang sejenis dengan menunjukkan persamaan dan perbedaan; bibliografis, yakni memberikan gambaran menyeluruh tentang pendapat atau pemikiran para ahli pada suatu bidang tertentu dengan menghimpun dokumen-dokumen tentang hal tersebut : atau biografis, yakni memberikan pengertian yang luas tentang suatu subyek, sifat dan watak pribadi subyek, pengaruh yang diterima oleh subyek itu dalam masa pembentukan pribadinya serta nilai subyek itu terhadap perkembangan suatu aspek kehidupan.
3.      Penelitian Deskriptif adalah penelitian tentang fenomena yang terjadi pada masa sekarang. Prosesnya berupa pengumpulan dan penyusunan data, serta analisis dan penafsiran data tersebut. Penelitian deskriptif dapat bersifat komparatif dengan membandingkan persamaan dan perbedaan fenomena tertentu; analitis kualitatif untuk menjelaskan fenomena dengan aturan berpikir ilmiah yang diterapkan secara sistematis tanpa menggunakan model kuantitatif; atau normatif dengan mengadakan klasifikasi, penilaian standar norma, hubungan dan kedudukan suatu unsur dengan unsur lain.
4.      Penelitian Teoritis adalah penelitian yang hanya menggunakan penalaran semata untuk memperoleh kesimpulan penelitian. Proses penelitian dapat dimulai dengan menyusun asumsi dan logika berpikir. Dari asumsi dan logika tersebut disusun praduga (konjektur). Praduga dibuktikan atau dijelaskan menjadi tesis dengan jalan menerapkan secara sistematis asumsi dan logika. Salah satu bentuk penerapan asumsi dan logika untuk membentuk konsep guna memecahkan soal adalah membentuk model kuantitatif. Dalam beberapa penelitian teoritis tidak diadakan pengumpulan data.
5.      Penelitian Ekperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan menciptakan fenomena pada kondisi terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan sebab-akibat dan pengaruh faktor-faktor pada kondisi tertentu. Dalam bentuk yang paling sederhana, pendekatan eksperimental ini berusaha untuk menjelaskan, mengendalikan dan meramalkan fenomena seteliti mungkin. Dalam penelitian eksperimental banyak digunakan model kuantitatif.
6.      Penelitian Rekayasa (termasuk penelitian perangkat lunak) adalah penelitian yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan guna mendapatkan kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Rancangan tersebut merupakan sintesis unsur-unsur rancangan yang dipadukan dengan metode ilmiah menjadi suatu model yang memenuhi spesifikasi tertentu. Penelitian diarahkan untuk membuktikan bahwa rancangan tersebut memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Penelitian berawal dari menentukan spesifikasi rancangan yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan, memilih alternatif yang terbaik, dan membuktikan bahwa rancangan yang dipilih dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan secara efisiensi, efektif dan dengan biaya yang murah. Penelitian perangkat lunak komputer dapat digolongkan dalam penelitian rekayasa.[3]

C.    Kesimpulan
Dari uraian makalah yang kami sajikan dapat disimpulkan bahwa, penelitian dapat dilakukan dengan cara tiga pendekatan, yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatab kualitatif, serta pendekatan gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Dengan melakukan pendekatan – pendekatan tersebut dalam melakukan penelitian, seorang peneliti dapat memilih diantara pendekatan yang tersebut diatas. Pendekatan tersebut dapat digunakan dalam berbagai jenis penelitian yaitu, penelitian kualitatif, penelitian histories, penelitian deskriptif, penelitian teoritis, penelitian eksperimental dan penelitian rekayasa. Demikian makalah yang dapat kami sajikan, semoga dapat dijadikan bahan pengkajian.


[1] Prof. Dr.Nana Syaodih Sukmadinita,  Metode PenelitianPendidikan, (Bandung : PT. Rosda Karya, 1998), hal. 5.
[2] Dr. Iskandar, M.Pd, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif), (Jakarta: Gaung Persada Press, 2008), hal. 21.

1 komentar:

  1. Lucky Club casino site - Lucky Club
    Lucky Club Casino – The world's first online casino with jackpots and jackpots. Established in 2018, Lucky Club boasts a large number of games – luckyclub online,

    BalasHapus